Selasa, 08 Mei 2012

Ada Apa Dengan Jambu Merah ?


    Urusan Merah Jambu (Cinta) memang tidak akan ada habisnya. Misalnya saja, hampir tak pernah terfikir bahwa VMJ (Virus Merah Jambu) dapat menyerang seorang ADK (Aktivis Dakwah Kampus) dikarenakan dalam benak kita ADK adalah orang-orang yang ideal baik dalam ibadah maupun hubungan sosial.
   Tetapi kenyataannya tidak juga, seorang ADK yang terlihat dekat dengan Sang Penciptanya ternyata dapat juga terjebak dalam lubang "cinta”. Tak jauh berbeda dengan teman-teman lain yang membayangkan sosok “kau-tahu-siapa” agar bisa sesering mungkin untuk bertemu, kemudian berdebar ketika berpapasan, salah tingkah ketika berada didepannya, gugup ketika berbicara dengannya dan berbagai hal lain yang mungkin terjadi.
    Hal yang baru kami sadari saat membuka jejaring sosial facebook, banyak kawan ADK yang membuat status yang dikenal dengan "galau". Banyak sekali yang membahas tentang si merah jambu dengan berbagai cara. ada yang bentuk puisi, ada yang bentuk pernyatan, ada pula yang bentuk keluhan. Mungkin inilah satu dari banyaknya cara setan menggoda manusia. ADK pun tidak luput dari godaannya, tentu saja karena ADK juga manusia. Banyak sekali usaha musuh manusia ini untuk menggoyahkan hati dan keteguhan para ADK, misalnya saja :
   - dari suara saat syuro, padahal sudah tak saling berhadapan
   - dari sebuah pertemuan, padahal sudah ghoddul bashor (menundukkan pandangan)
   - dari perilaku, padahal sudah menjaga sikap
    Contoh bukti kuatnya serangan si merah jambu, berawal dari koordinasi saat syuro, sang ikhwan terbuai dengan suara lembut sang akhwat. sedang sang akhwat, terkesima akan suara ketegasan sang ikhwan yang kemudian berlanjut saat saling berpapasan, sang ikhwan bergetar hatinya saat melihat jilbab lebar sang akhwat berkibar diterpa angin. dan sang akhwat terpukau pada sang ikhwan saat melihat sosoknya yang berwibawa lewat dengan celana cingkrang yang dikenakannya. Diteruskan saat pertemuan keduanya di masjid kampus diwaktu dhuha, ikhwan akhwat saling mengagumi akan ketaatan keduanya, menjalankan ibadah sunnah untuk bersyukur pada sang pemberi hidup. Seiring berjalannya waktu dengan bertambahnya kekaguman antara keduanya merembetlah hingga dunia maya. saling me"LIKE" status, postingan, ataupun gambar. tak lupa juga comment yang manis, bijaksana, dan mengagumkan.
    Saat mengemban amanah tiba, koordinasi antara kabid dan sekbid pun dilakukan secara intensif. mulailah dengan pertengkaran2 kecil masa-masa adaptasi. Pertengkaran mulai membesar. yang ikhwan merasa kesal pada sang akhwat begitu juga sebaliknya. meski kesal tetap ada komunikasi, dan itu terbawa hingga pembicaraan para akhwat. ada yang mendukung sang ikhwan dengan pikiran positifnya, ada pula yang mendukung sang akhwat membenarkan sikapnya sehingga selalu menjadi topik pembicaraan yang tanpa sadar rasa itu tumbuh dan berkembang biak dengan pesat.
    Sebenarnya tak ada yang salah dengan rasa cinta jika sasarannya tepat wahai kawanku. Jika cinta di posisi dan tempat yang tepat yaitu cinta pada Sang Pemberi Hidup, cinta pada utusan-Nya yang terakhir yaitu Muhammad s.a.w. dan cinta pada mereka yang merawat kita dari sejak kecil hingga saat ini tanpa mengeluh adalah yang utama.
    Namun untuk cinta yang hakiki terhadap lawan jenis kita, Alloh pasti akan memberikan cinta saat kita telah siap untuk menerima dan membalas cinta itu.
    Ada satu pepatah yang berbunyi : Mutiara bernilai mahal karena dia terjaga oleh kerang. Oleh karena itu mari kita jaga hati, jaga pandangan, dan kita jaga segala sesuatu yang kita miliki sekarang, karena sesungguhnya sesuatu yang terjaga adalah sangat menarik dan indah. (kaderisasi akhwat)

Senin, 07 Mei 2012

Do’a Robithoh - Do’a Pengikat Hati Kader Dakwah

Do’a pada bagian akhir Al Ma’tsuraat (Al Matsurat) yang merupakan untaian do’a yang diambil dari Al-Qur’an dan Hadits, diperkenalkan oleh Hasan Al Banna dari thariqahnya


اللهم إنك تعلم أن هذه القلوب ، قد اجتمعت علي محبتك

و التقت علي طاعتك ،
و توحدت علي دعوتك ، و تعاهدت علي نصره شريعتك .. 
فوثق اللهم رابطتها
و أدم و دها ، و اهدها سبلها ، و املأها بنورك الذي لا يخبو .. 
و اشرح صدورها بفيض الإيمان بك ، و جميل التوكل عليك .. 
و أحيها بمعرفتك ، و أمتها علي الشهادة في سبيلك . 
إنك نعم المولي و نعم النصير


untuk harakat bisa dilihat di gambar di bawah ini :


“Ya Alloh, sesungguhnya Engkau mengetahui bahwa hati kami ini telah berkumpul karena cinta kepada-Mu, bertemu karena taat kepada-Mu, bersatu karena dakwah-Mu, dan saling mengikat janji untuk membela syariat-Mu. Karena itu, kuatkanlah ikatan kesatuannya, kekalkanlah kecintaanya, tunjukilah jalannya, penuhilah ia dengan cahaya-Mu yang tidak pernah redup. Lapangkanlah dadanya dengan pancaran iman kepada-Mu dan tawakal yang baik kepada-Mu. Hidupkanlah ia dengan mengenal-Mu dan matikanlah dengan meraih syahadah di jalan-Mu. Sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pelindung dan penolong. Ya Alloh, kabulkanlah permohonan kami ini. Semoga shalawat dan salam tercurah kepada junjungan kami, Muhammad SAW, juga segenap keluarga dan sahabatnya.”

Sepenting apa sih Halaqah itu ?


            Secara bahasa halaqah artinya lingkaran dan liqo` artinya pertemuan. Secara istilah halaqah berarti pengajian dimana orang-orang yang ikut dalam pengajian itu duduk melingkar. Dalam bahasa lain bisa juga disebut majelis taklim, atau forum yang bersifat ilmiyah.
Istilah halaqah ini sangat umum di timur tengah dan biasa dilakukan di banyak masjid. Materinya bisa berkaitan dengan kitab tertentu seperti aqidah, fikih, hadits, sirah dan seterusnya. Contoh yang paling mudah bisa kita dapati di dua masjid Al-Haram, Mekkah dan Madinah. Setiap hari selalu dipenuhi dengan halaqah yang diisi oleh para masyaikh / ustaz yang merupakan pakar di bidangnya.
Sedangkan isitlah liqo` lebih umum dari halaqah, karena isinya bisa saja bukan merupakan kajian ilmiyah, tetapi bisa diisi dengan rapat, pertemuan, musyawarah dan seterusnya.
Istilah halaqah dan liqo di Indonesia umumnya sering dikaitkan dengan pengajian dalam format kelompok kecil antar 5 s/d 10 orang, dimana ada satu orang yang bertindak sebagai nara sumber yang sering diistilahkan dengan murabbi / pembina. Secara umum, format halaqah dengan jumlah terbatas ini memiliki kelebihan dan kekurangannya. Kelebihannya adalah bahwa anggota dari halaqah itu biasanya adalah orang-orang yang sudah terpilih melalui semacam seleksi. Sehingga lebih mudah untuk penangannya ketimbang bila jumlahnya terlalu banyak. Sehingga kontroling dari murabbi bisa lebih sempurna.
Didalam Rispol sendiri, Halaqah digunakan dengan tujuan selain untuk meningkatkan kemampuan tarbiyah anggota muda (tingkat 1) juga untuk meningkatkan kebersamaan dengan anggota madya (tingkat  2). Apalagi pada periode 2012/2013 ini, dari bidang kaderisasi telah menyiapkan kartu setoran hafalan juz ‘amma dengan tujuan agar setelah lepas dari keanggotaan, ada ‘sesuatu’ yang bisa dibawa.
Mengapa harus juz ‘amma ? ya, fungsi dasar pengambilan juz 30 berdasar pada banyaknya surat yang sering kita dengar dimasjid-masjid ketika sholat shubuh, maghrib ataupun isya. Sehingga bisa menjadi salah satu cara pembantu dalam menghafal juz 30. Selain itu, juz 30 juga terdiri dari surat-surat pendek semacam Ad-Dhuha, Asy-Syams, ataupun Al-Lail yang mana kita gunakan ketika sholat dhuha, ataupun sholat qiyamul lail. Artinya, selain surat-surat dalam juz 30 termasuk surat pendek, juga surat-surat yang akan sering kita gunakan dalam sholat, sehingga akan mempermudah kita dalam menghafal.
Tidak hanya itu, didalam halaqah juga dilakukan kegiatan tadarus al qur’an, yang berfungsi untuk meningkatkan kemampuan membaca masing-masing kader Rispol. Kita tahu bahwa kader-kader Rispol tidaklah semuanya telah fasih dalam membaca al-qur’an. Hal ini tidak perlu kita sesali, justru harus kita jadikan semangat agar semangat untuk mengikuti halaqah, sehingga kedepannya masing-masing kader bisa fasih mengaji.
Satu hal lain yang tidak kalah pentingnya adalah, halaqah merupakan ajang silaturahmi. Tentu kita setuju dengan pendapat-pendapat yang berbunyi,”Silaturahmi mampu meningkatkan ukhuwah islamiyah.” Ada pula yang berbunyi,”Silaturahmi itu membawa rezeki.” Oleh karena manfaat yang begitu banyaknya inilah, maka Halaqah merupakan suatu hal yang sangat penting.
Akhir kata, kami mengajak kepada seluruh kader-kader baik Rispol ataupun lembaga dakwah kampus lain untuk menggiatkan kegiatan halaqah demi terwujudnya generasi pemuda Islam yang paham Islam.

Keikutsertaan Rispol pada Tabligh Akbar Nasional di PonPes Lirboyo Kediri



                Semangat pihak kampus biru terhadap kegiatan kemahasiswaan selalu memberikan respon positif demi tujuan menciptakan lulusan berkarakter baik layaknya sifat masyarakat Indonesia pada dasarnya.  Contoh yang terbaru kali ini adalah mengenai pemberian izin terhadap UKM Rispol (Kerohanian Islam Polinema) untuk mengikuti kegiatan Tabligh Akbar Nasional pada hari Minggu (29 April 2012) yang diadakan oleh Pondok Pesantren Lirboyo – Kediri dengan pembicara Habib Omar yang berasal dari Hadramaut – Yaman.
                Peserta yang mengikuti kegiatan ini kurang lebih sejumlah 34 orang yang kemudian menggunakan 1 bus dinas Polinema sebagai alat transportasi. Dalam perjalanan inipun, Bapak Abdul Choliq menjadi pendamping rombongan.
                Rachmat selaku ketua bidang kaderisasi menjelaskan mengenai landasan mengikuti kegiatan yang diusulkan oleh UKM Rispol ke pihak atasan, bahwa kegiatan ini berfungsi untuk menambah wawasan ruhiyah dari mahasiswa yang mengikuti tabligh akbar. Karena disana, kita bisa mendengar secara langsung penjelasan dari Habib Omar berkenaan agama Islam. Tak hanya itu, kegiatan ini juga berfungsi untuk menambah pengetahuan anggota Rispol berkenaan pengadaan kegiatan yang begitu besar sehingga kedepannya UKM Rispol bisa mengadakan acara yang serupa dilingkungan Polinema.
                Dilihat dari segi pengadaan kegiatan tabligh akbar, PonPes Lirboyo – Kediri patut dijadikan contoh, karena mampu mengadakan acara dengan mendatangkan pemateri dari luar negeri, yaitu Habib Omar dari Yaman. Tak hanya itu, beberapa ustadz internasional yang lain juga diundang, misal dari Mesir atau bahkan Amerika Serikat. Dan jika dilihat dari jumlah ummat yang hadir dalam tabligh akbar ini mencapai ribuan, karena datang dari banyak daerah dari Indonesia seperti Kota Bojonegoro, Kota Batu, dan lainnya.
                Bapak Abdul Choliq selaku pendamping sendiri menyampaikan rasa senangnya setelah mengikuti kegiatan ini sembari berkata,”Kegiatan ini sangat bagus dan cocok untuk adik-adik di Rispol.” Dengan adanya kegiatan ini pula, kedepannya acara seperti Polinema Bersholawat atau Mentoring bisa diperbesar skalanya dengan mengundang habib atau ulama nasional bahkan internasional.
                Selain itu harapan bersama disini  adalah dengan adanya kegiatan semacam ini, mampu membantu membentuk karakter mahasiswa yang baik perilaku dan akhlaknya, dikarenakan dewasa ini mahasiswa-mahasiswa kebanyakan telah meninggalkan perilaku yang baik dan lebih memilih tawuran atau menggunakan narkoba.

Kamis, 03 Mei 2012

Keutamaan Membaca Surat Al-Mulk

 
Bismillahirrohmaanirrohiim.. pada kesempatan kali ini kami ingin membahas berkenaan keutamaan membaca surat al-mulk yang sumbernya sendiri diambil dari hadits-hadits didalam kitab-kitab terkenal  seperti Faidhul Qadiir, Tafsir Al-Qurthubi, Dha’iifut targiibi wat tarhiib, serta Bahjatun naazhiriin.

Baiklah kita mulai saja, 

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
سُورَةٌ مِنَ الْقُرْآنِ ثَلاَثُونَ آيَةً تَشْفَعُ لِصَاحِبِهَا حَتَّى يُغْفَرَ لَهُ {تَبَارَكَ الَّذِى بِيَدِهِ الْمُلْكُ}. وفي رواية: فأخرجته من النار و أدخلته الجنة »
“Satu surat dalam al-Qur’an (yang terdiri dari) tiga puluh ayat (pada hari kiamat) akan memberi syafa’at (dengan izin Allah Ta’ala) bagi orang yang selalu membacanya (dengan merenungkan artinya) sehingga Allah mengampuni (dosa-dosa)nya, (yaitu surat al-Mulk): “Maha Suci Allah Yang di tangan-Nyalah segala kerajaan/kekuasaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu”. Dalam riwayat lain: “…sehingga dia dikeluarkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga”[1].
Hadits yang agung ini menunjukkan besarnya keutamaan membaca surat ini secara kontinyu[2], karena ini merupakan sebab untuk mendapatkan syafa’at dengan izin Allah Ta’ala.
Hadits ini semakna dengan hadits lain dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Satu surat dalam al-Qur’an yang hanya (terdiri dari) tiga puluh ayat akan membela orang yang selalu membacanya (di hadapan Allah Ta’ala) sehingga dia dimasukkan ke dalam surga, yaitu surat: “Maha Suci Allah Yang di tangan-Nyalah segala kerajaan/kekuasaan”[3].

Beberapa faidah penting yang terkandung dalam hadits ini:

- Keutamaan dalam hadits ini diperuntukkan bagi orang yang selalu membaca surat al-Mulk dengan secara kontinyu disertai dengan merenungkan kandungannya dan menghayati artinya[4].
- Surat ini termasuk surat-surat al-Qur’an yang biasa dibaca oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sebelum tidur di malam hari, karena agungnya kandungan maknanya[5].
- Sebagian dari ulama ahli tafsir menamakan surat ini dengan penjaga/pelindung dan penyelamat (dari azab kubur)[6], akan tetapi penamaan ini disebutkan dalam hadits yang lemah[7].
- Al-Qur’an akan memberikan syafa’at (dengan izin Allah) bagi orang yang membacanya (dengan menghayati artinya) dan mengamalkan isinya[8], sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Bacalah al-Qur’an, karena sesungguhnya bacaan al-Qur’an itu akan datang pada hari kiamat untuk memberi syafa’at bagi orang-orang yang membacanya (sewaktu di dunia)”[9].

وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين

 [1] HR Abu Dawud (no. 1400), at-Tirmidzi (no. 2891), Ibnu Majah (no. 3786), Ahmad (2/299) dan al-Hakim (no. 2075 dan 3838), dinyatakan shahih oleh imam al-Hakim dan disepakati oleh imam adz-Dzahabi, serta dinyatakan hasan oleh imam at-Tirmidzi dan syaikh al-Albani.
[2] Lihat kitab “Faidhul Qadiir” (2/453).
[3] HR ath-Thabarani dalam “al-Mu’jamul ausath” (no. 3654) dan “al-Mu’jamush shagiir” (no. 490), dinyatakan shahih oleh al-Haitsami dan Ibnu hajar (dinukil dalam kitab “Faidhul Qadiir” 4/115) dan dinyatakan hasan oleh syaikh al-Albani dalam “Shahiihul jaami’ish shagiir” (no. 3644).
[4] Lihat kitab “Faidhul Qadiir” (4/115).
[5] HR at-Tirmidzi (no. 2892) dan Ahmad (3/340), dinyatakan shahih oleh syaikh al-Albani dalam “ash-Shahiihah” (no. 585).
[6] Lihat kitab “Tafsir al-Qurthubi” (18/205).
[7] Lihat kitab “Dha’iifut targiibi wat tarhiib” (no. 887).
[8] Lihat kitab “Bahjatun naazhiriin” (2/240).
[9] HSR Muslim (no. 804).

sumber

Rabu, 25 April 2012

Wanita-wanita mulia sepanjang sejarah (Refleksi Hari Kartini)

 
   I’badallah, sudah sewajarnyalah kita sebagai komunitas terdidik di bumi Indonesia ini untuk menghargai sejarahnya. Begitu pula menghargai para pejuangnya. Karena tanpa para pejuang kemerdekaan, tidak mungkin kita bisa sampai di waktu yang bisa kita gunakan untuk belajar dengan bebas, bermain dengan lepas, bahkan beribadah dengan tenang.

   Seperti didalam pidato Presiden Ir Soekarno yang mengingatkan,”Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarah negaranya.” Dan kata-kata ini pun mampu dibuktikan oleh Negara-negara besar semacam Amerika Serikat, dimana dalam kurikulum wajibnya, pelajaran Sejarah Nasional menjadi mata pelajaran wajib. Oleh karena itulah, saatnya kita juga mulai lebih mengenal dan menghargai perjuangan para pejuang terdahulu kita. Untuk kondisi sekarang, Hari Kartini bisa kita jadikan momen penting untuk merefleksikan kondisi kita sekar`ng yang kurang bersemangat untuk belajar, sehingga kedepannya mampu terus memacu semangat untuk menempa diri menjadi pribadi yang terdidik.
 
   Bahkan, jika kita mau menggali lebih dalam mengenai Hari Kartini, sebenarnya masih banyak pejuang wanita yang perlu kita tahu. Salah satunya bernama Rohani Kudus, dimana beliau merupakan muslimah yang mendirikan pendidikan dasar untuk wanita Indonesia. Ada pula Cut Nyak Dhien, pejuang wanita yang berani untuk ikut berperang melawan Belanda. Tak ketinggalan pula Laksamana Malahayati yang ikut berjuang membantu meningkatkan harkat dan martabat wanita Indonesia pada zaman dahulu.
 
   Sayangnya, kondisi peringatan Hari Kartini dewasa ini masih sebatas perayaan untuk bersenang-senang, atau sekadar membuat tumpeng saja. Seharusnya ada hal yang seharusnya lebih bisa kita lakukan pada saat ini, misalkan dengan semakin memperbaiki diri untuk semakin bersemangat belajar, atau membantu meningkatkan kualitas para pemudi-pemudi disekitar kita dengan hal-hal seperti kajian atau seminar. Intinya, kita harus menjadi pribadi yang berguna untuk diri, dan lingkungan kita.

   I’badallah, disamping pejuang-pejuang wanita Indonesia, perlu kita ingat juga bahwa banyak contoh-contoh wanita mulia di zaman dahulu yang perlu kita tiru. Ambil satu sample pertama yaitu Siti Maryam, yaitu wanita mulia yang sejak kelahirannya, kedua orang tuanya menitipkan pada Nabi Yahya untuk di asuh dan di didik ilmu agamanya. Siti Maryam sejak kecil selalu beribadah di dalam suatu mihrab, yang dia tidak keluar dari dalamnya kecuali untuk keperluan makan dan membersihkan diri. Hingga pada saat dewasa, beliau diberi keistimewaan oleh Allah agar bisa mengandung walau tanpa disentuh oleh suatu lelaki pun.

   Dalam kondisi yang ‘tidak wajar’ itulah, para tetangga Siti Maryam mulai menjelek-jelekkannya. Tetapi dengan keikhlasannya, Siti Maryam berhasil untuk tetap menjaga hatinya agar tidak membalas perlakuan buruk para tetangganya.

   Satu contoh yang lain adalah Masyitha, yaitu seorang tukang sisir anak perempuan fir’aun. Suatu ketika disaat Masyitha sedang menyisir, tiba-tiba jatuhlah sisirnya. Maka beliaupun berucap, ”Astaghfirullah..”, Mendengar hal ini pun, anak perempuan fir’aun bertanya,”Siapa yang kau sebut tadi?” ,maka Masyitha pun menjawab,”Rabb-ku,”, seketika itu pula anak perempuan fir’aun mengancam,”Kau kan sudah punya Tuhan, yaitu ayahku. Jika kau tidak mau mengakui ayahku, maka akan ku laporkan kau!” , dengan hati yang tidak gentar sedikitpun, Masyitha menjawab,”Aku tidak takut,, karena aku memiliki Allah yang Maha Segalanya.” . Singkat cerita, Fir’aun memberikan pilihan pada keluarga Masyitha, bahwa jika mereka mau mengimani Fir’aun sebagai Tuhannya, maka mereka semua akan selamat. Tapi jika mereka mengingkari Fir’aun sebagai Tuhannya, maka mereka harus melompat kedalam kuali yang didalamnya terdapat minyak yang mendidih. Dan akhirnya, seluruh keluarga Masyitha pun melompat kedalam kuali dengan minyak yang mendidih tersebut. Mereka memilih mati dengan membawa imannya, daripada hidup dengan membuang imannya. 

   Contoh lain yang juga terkenal lainnya adalah Siti Khodijah sang Istri pertama Rasulullah SAW, dan juga Siti Fathimah. Banyak sekali perjuangan-perjuangan keduanya yang perlu kita jadikan refleksi sekarang.

   Semoga dengan adanya refleksi singkat ini mampu memompa semangat kita dalam beribadah kepada Allah SWT, dan menjadi pribadi bermanfaat bagi sekitar kita. Amin ya rabbal’alamin. (habib Ali - rachmat wijaya - Mesjid Annur Kampus 2 Polinema)

Minggu, 22 April 2012

Kebersamaan itu Indah

Hari Jum'at Malam tanggal 20 April kemarin, Seorang teman yang berada di UKM lain bertanya,, "Rispol lagi ngapain tuh kog pake motong-motong sterofoem segala?". Saya pun menjawab,"Besok ada sharing angkatan tingkat 1 dan tingkat 2... Itu lagi bikin backdrop-nya,, biar tambah meriah :)." Teman saya pun menimpali,"Walah, wong cuman sharing aja sampe bikin backdrop segala... -________-." Saya pun cuman mesem sambil menjawab,"Iya gapopo toh brooo... wong kami pengen meningkatkan ukhuwah saja kog.."

Itulah sebuah percakapan kecil yang muncul ketika adik-adik tingkat 1 nya pada memenuhi sekret kecil berukuran 3 x 4 meter persegi. Itulah kita, perkumpulan kecil yang berlandaskan ukhuwah Islamiyah yang mampu membuat seorang teman lain sampai heran karena kelakuan kita. Alhamdulillah.


Kebersamaan yang dihidupkan oleh teman-teman tingkat 1 dan 2 antara lain Brian, Alwi, Alfian, Heri, Khoirul, Imbang SP, Wildan dan tak lupa juga Gilang benar-benar tidak terlupakan. Sambil yang lain bekerja memotong sterofoem dan memotong kertas warna, saya dan alfian meramaikan dengan bermain "terbang" (alat musik terbuat dari kayu dan kulit sapi yang bunyinya 'amazing' karena saking uniknya. biasanya dipakai untuk mengiringi sholawatan). Setelah berlelah-lelah menggunting (walau saya tidak ikutan sih.. hehe), Kami pun makan Nasi Goreng yang dibeli di depan kampus (sayang fotonya ga punya T_T). Walaupun badan capek, Hatipun Riang :)

Semoga saja kebersamaan indah yang lainnya bisa bermunculan semakin banyak. Ini ceritaku, mana ceritamu ? :) hehehe...